Sunday, January 29, 2012

Tugas Akhir Tekomars : Furniture











Ini adalah tugas akhir Teknik Komunikasi Arsitektur Interior :D
Jadi tugas akhir ini sebenarnya merangkum semua yang pernah kita pelajari selama 1 semester.
Di tugas ini, kita awalnya mencari furniture yang menarik, lalu seolah-olah kita adalah yang menjadi desainer furniture tersebut. Jadi tugas ini berisi gambar kerja untuk tukang yang mengerjakan, membuat brosur untuk menarik konsumen, serta membuat maketnya. Jadi seluruh media untuk mengkomunikasikan sesuatu dapat kita pakai disini :D

credit to:
1. Fidyani Samantha (Pipii)
2. Gabriella Jennifer Lumintang (Nepoy)
3. Ayu Putri Fadhila (Dhela)
4. Shilta Finella (shilta)
5. Mu'awinatus (Wina)
6. Thaza Theresia Georly (Thata)

ohiyaa ini punyakuu (numpang promo jugak hhaa)

Wednesday, November 16, 2011

Sketching @ Selasar Sunaryo













sketch credit to :
Stella Ajeng
Tiara Deysha R

Photos Credit to:
Nadia Almira
Shilta Finella

Sketching @ Perpustakaan Baru














credit photos to :
Shanti Amelia Purnomo
Oktavia Ika Putri
Shilta Finella
Siti Bararah
Stella Ajeng
Tiara Deysha R

Sunday, September 18, 2011


Desain dan Merancang

Kata desain dalam konteksnya mengandung dua pengertian, yaitu desain sebagai kata kerja yaitu suatu kegiatan merancang dan desain sebagai kata benda yaitu hasil rancangan. Sementara untuk orang yang melakukan kegiatan mendesain atau merancang kita dapat menyebutnya desainer. Asal usul kata desain berawal dari bahasa Inggris yaitu design. Design menurut awal katanya yang berasal dari Latin yaitu Designare, berarti menandai atau membatasi. Kata sign sendiri berarti adalah ‘tanda’. Kata ‘rancang’ dalam bahasa Indonesia berasal dari sebutan kayu pancang yang ditancapkan ke tanah sebagai alat bantu untuk mengetahui seberapa dalam tanah tersebut. ‘Rancang’ juga disebut sebagai tanda. Pembuatan tanda-tanda ini pada awalnya adalah untuk membedakan, menyatakan kepemilikan, memberi suatu maksud tertentu. Ketika terdapat suatu permasalahan, tanda atau sign muncul untuk membatasi dan menandai dengan simbol-simbol tertentu agar mudah dikenali. Hal ini berarti design atau rancangan adalah suatu penyelesaian atau jawaban dari permasalahan yang muncul. Ciri-ciri desain pada hakekatnya mengandung dua unsur. Sebagai ‘kegiatan’, desain dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan yang muncul. Sebagai ‘benda’, desain menentukan apa dan bagaimana sesuatu harus dijalankan.
Manusia mulai mendesain ketika mereka harus membuat suatu alat untuk membantu mereka hidup. Contohnya ketika manusia purba pada jaman dahulu membuat kapak batu dan tombak. Ada maksud dan tujuan tertentu ketika mereka menentukan seberapa besar kapak yang dibuat, seberapa panjang tombak yang mereka gunakan, bagaimana bentuk batunya agar dapat membantu mereka mencabik-cabik makanan mereka, itu semua tentunya dimulai dengan adanya problem. Sudah naluri manusia untuk mencari jalan keluar ketika mereka merasa terhambat.
Dalam konteks desain dan merancang, tentu arsitek termasuk salah satunya. Namun untuk khususnya arsitek ditujukan untuk perancang yang merencanakan suatu bangunan dan segala kegiatan yang berhubungan dengannya. Berasal dari awal katanya, Archictecton artinya bukanlah seseorang yang merancang atau memberi gagasan melainkan kepala tukang kayu. Ini dikarenakan pada jaman Yunani dulu, bangunan yang mereka ciptakan tidak diketahui siapa penggagasnya dan mereka tidak pernah memakai gambar sebagai suatu rencana. Orang-orang yang bertugas membangun itu lebih tepat disebut juru karena mereka memiliki pengetahuan yang luas tentang apa dan bagaimana operasional dari pembangunan itu. Ilmu arsitek dipelajari turun-temurun secara rahasia oleh keluarga-keluarga mereka. Lalu berubah pada jaman Romawi, pendidikan arsitek lebih terkonsep melalui beberapa tahap. Mereka dilatih seni bebas terlebih dahulu, lalu menjadi asisten seorang arsitek yang mapan sebelum beberapa tahun kemudian menjadi seorang arsitek itu sendiri. Ilmu arsitektur pun sempat menonjol sebagai seni yaitu pada jaman Revolusi Industri. Namun pada waktu itu kebutuhan akan perpaduan barang-barang dan desain yang baik belum terpenuhi. Maka itu Bauhaus didirikan sebagai suatu substansi pendidikan pertama yang mengangkat desain sebagai subyek yang dapat dipelajari. Setelah tahun 1960-an, ilmu tentang merancang telah dapat dibahas dengan baik dan tersusun. Pendekatan yang digunakan adalah 1) kumpulan objektif, 2) analisa, 3) evaluasi dan yang terakhir 4) strategi. Semakin modern, semakin banyak bidang yang dipelajari metode-metode yang selalu disesuaikan dengan keadaan pada jaman itu. Hal ini terus berkembang sehingga dapat disimpulkan bahwa seorang perancang tentu harus memiliki pengetahuan yang luas mengenai bermacam-macam hal.
Masalah desain dan rancangan pun tergantung oleh budaya, waktu, tempat, dan sistem nilai yang dianut oleh masyarakatnya. Kita tidak dapat menentukan batasan atau poin-poin untuk mengukur bagaimana desain dapat dibandingkan satu dengan yang lainnya karena problem yang dialami pun berbeda-beda. Cara mereka menyelesaikan masalah dan melihat permasalahan itu sendiri yang nantinya membentuk  keanekaragaman desain dan ciri khas yang ditonjolkan. Maka itu terdapat beberapa contoh kebudayaan yang menghasilkan desain sebagai suatu kegiatan rutin. Padahal, desain adalah sesuatu yang dinamis dan terus berubah. Kegiatan yang rutin itu dikhawatirkan tidak dapat peka terhadap permasalahan-permasalahan baru yang muncul sehingga tidak dapat menjawab tantangan dunia global.
Maka itu janganlah kita sebagai perancang melupakan definisi awal dari merancang, yaitu menyelesaikan suatu permasalahan. Kegiatan merancang yang hanya mengikuti keinginan klien atau membatasi pola-pola desain hanya akan membuat dunia desain kaku dan tak bergerak. Teruslah berpikir kreatif agar dapat menyelesaikan problem-problem yang lama ataupun baru dengan perspektif yang berbeda. Menggali pengetahuan sebanyak mungkin dapat mengeluarkan si perancang dalam berpikiran sempit dan rutin. Melalui penelusuran yang lebih dalam dan memperkaya ilmu dapat menghasilkan pandangan yang lebih imajinatif sehingga kita tidak takut dengan berbagai problem-problem baru yang terus hadir di dunia yang dinamis ini. 

Sumber : Desain dan merancang oleh Ir. Gunawan Tjahjono, M.Arch

Friday, May 27, 2011

Arsitektur Interior UI

Selengkapnya tentang Arsitektur Interior UI buat yang masih bingung hheheee
Ini gw copas dari Panduan Akademik S1 Teknik 2010 yang dikeluarin FT yaaa


KURIKULUM PROGRAM STUDI ARSITEKTUR INTERIOR
 
Visi
Menghadirkan sebuah institusi pendidikan arsitektur yang berkualitas unggul yangmendapatkan pengakuan nasional dan internasional, dalam rangka membina calon lulusan yang berpikiran kritis, bersikap bijaksana, bertindak kreatif dengan wawasan global namun tetap memperhatikan kearifan lokal dan lingkungan.
 
Misi
Menyelenggarakan pendidikan arsitektur interior yang berkualitas yang mendorong pengetahuan perancangan, kemampuan yang diperlukan bagi lulusan individu dan profesional, nilainilai yang diperlukan untuk menjadi anggota masyarakat dan sikap tanggap pada persoalan yang terkait dengan ruang hidup manusia. Program studi arsitektur interior berorientasi untuk membentuk komunitas arsitektur yang bhinneka, mempunyai kepekaan sosial yang baik dan mempunyai kemampuan akademis yang tinggi agar mampu bersaing dalam dunia global.
 
Program studi arsitektur interior akan menghasilkan lulusan yang berkualitas dan responsif terhadap lingkungan, mengembangkan kurikulum yang dinamis sesuai perubahan dan kemajuan IPTEK, menerapkan metoda pembelajaran yang mendorong untuk berpikir kritis dan kreatif serta mengembangkan jejaring kolaboratif dengan lembaga pendidikan dan riset lain serta masyarakat dan professional.
 
Tujuan Pendidikan
Program Studi Arsitektur Interior (PSAI) FTUI bertujuan mengembangkan program pendidikan yang responsif terhadap persoalan aktual dan krusial di dalam masyarakat, mengembangkan pendekatan multi disiplin dalam pendidikan, riset secara nasional dan internasional serta mengembangkan jejaring kerja dan pendidikan dengan badan-badan dan institusi terkait.
 
Lulusan
Sarjana Program Studi Arsitektur Interior akan mampu menerapkan ilmu arsitektur interior dalam pemanfaatan sumberdaya dan kekuatan alam. Secara mandiri mampu bersikap positif dalam menerapkan pengetahuan arsitektur interior yang dimilikinya dan dapat mengembangakn ilmunya secara bijaksana sesuai dengan tuntutan kebutuhan masyarakat. Memiliki kemampuan menganalisa dan memecahkan permasalahan yang ada di masyarakat yang berkaitan dengan bidangnya. Dapat berkerja dalam bidang perencanaan, perancangan, pelaksanaan dan pengawasan berdasarkan konsep rekayasa. Memahami perancangan ruang dalam sebagai bagian dari perancangan ruang luar sehingga kepekaan terhadap teknologi dan konstruksi bangunan melengkapi nilai estetika perancangan.
 
Bidang Kerja
Sebagai arsitek interior dalam perancangan interior bangunan perumahan, bangunan komersial, rumah sakit dan juga interior bangunan umum lainnya. Dapat pula bekerja sebagai design principal pada konsultan interior,
corporate designer atau perancang setting film, TV, teater serta pengajar dan kritikus.

Seorang Calon Sarjana Arsitektur Interior wajib menyelesaikan perkuliahan dengan hasil lulus (nilai minimal C) minimal sebanyak 145 SKS yang terdiri atas : mata kuliah dasar teknik 12 sks, mata kuliah umum universitas 12 sks, mata kuliah dasar keahlian 28 sks, mata kuliah keahlian 64 sks dan mata kuliah pilihan 29 sks
 
(untuk jelasnya lihat gambar 3.5.1)
 
Apa bedanya Arsitektur Interior UI dengan Desain Interior universitas lain?

Kurikulum 2008 Program Studi Arsitektur Interior disusun dengan mempertimbangkan keunggulannya yaitu  berada pada Departemen Arsitektur FTUI dan juga di Universitas Indonesia. Kurikulum Program Studi Arsitektur Interior bertolak dari disiplin ilmu Arsitektur, bukan dari disiplin Seni Rupa. Di Program Studi ini, mahasiswa akan diberi pengetahuan dan ketrampilan yang dibutuhkan untuk memberi kesempatan mereka mengembangkan diri dalam perancangan arsitektur interior dengan yang secara khusus berada pada ranah arsitektur, tentu yang berkaitan dengan penciptaan ruang dalam dan penciptaan perangkat ruang dalam. Kurikulum Program Studi Arsitektur Interior di Fakultas Teknik UI memberi kesempatan pada mahasiswa Program Studi Arsitektur Interior untuk memiliki dasar-dasar rekayasa (basic engineering), suatu kemampuan yang tidak mereka dapatkan di program studi arsitektur interior yang pada umumnya bernaung di bawah Fakultas Seni Rupa dan Design.



Mata Kuliah Pilihan (29 sks)

AIF200801 Manajemen Proyek 3
AIF200802 Utilitas Bangunan 3
AIF200805 Metode Penelitian 3
AIF200808 Psikologi Arsitektur 3
AIF200809 Kerja Praktek I 3
AIF200810 Presentasi CAD - Archicad 3
AIF200811 Arsitektur Etnik 3
AIF200812 Fotografi 3
AIF200832 Kerja Praktek II 3
AIF200833 Sejarah Arsitektur II 3
AIF200828 Kapita Selekta 3
AIF200820 Lingkungan Daur Hidup 3
AIF200822 Hukum Pembangunan dan Perburuhan 3
AIF200824 Akustik 3
AIF200825 Tata Cahaya 3
AIF200834 Design Produk 3
AIF200826 Studi Kelayakan Proyek 3
AIF200835 Seni Rupa II 3
AIF200836 Teknik Presentasi 3
AIF200827 Pusaka Arsitektur 3
AIF200837 Bangunan Hemat Energi 3

untuk apa aja yang udah gw pelajarin di smester 2, nanti pas libuan yaa gw ngeposnya hihiii

Wednesday, February 9, 2011

Sumpit

Jeng jeeeng~~

Bahan kita kali ini adalah sumpit~

Tiap kelompok disuruh membuat suatu bangun dari bahan itu selama kurang lebih 2 jam

Alat yang digunakan untuk membantu si sumpit boleh apaaa aja, mau pake lem, kawat, tali, kertas, plastik, apa aja boleh deh

Setelah itu, masing-masing kelompok mempresentasikan apa yang mereka buat
Teruuus inih diaaa hasilnyaaaa






daaaan kelompok gw tebak yang manaa??
tadaaaaa



asik loh bikinnya \(^^)/
biar rada dikejar deadline dan diitung waktunya menit ke menit tapi pas kincir dan base nya bersatu, rasanya woooaaaah hhaaahaa